Kepompong Ekonomi Syari’ah

“Mengindahkan Ekonomi Yang Bersyari’ahkan Islam”

Perekonomian Indonesia dalam Bingkai Pemilu

Posted by kesuinjkt pada 4 Mei 2009

Oleh: Muhammad Gufron Hidayat

“Ekonomi” adalah sebuah kata yang sangat lazim didengar. Entah itu dari percakapan sepintas atau lewat diskusi ilmiah yang kadangkala memeningkan kepala. Lebih ekstrim lagi, istilah “ekonomi” telah menjadi idiom yang begitu mengakar. Barangkali kita sudah sangat akrab dengan istilah kereta ekonomi, harganya ekonomis, tarif ekonomi, dan sebagainya. Mengapa istilah “ekonomi” begitu mengurat nadi?

Pertanyaan singkat ini sekiranya bisa dijawab secara sederhana. Pakar ekonomi, baik itu yang berbaju konvensional ataupun yang bersarikan syari’ah sepakat bahwa tujuan manusia hidup di dunia guna mencapai kesejahteraan. Kemudian dari tujuan ini, orientasinya berbeda sesuai dengan faham yang dianut. Uraian singkat itu cukup membuka mata mengapa ekonomi begitu dekat dengan kehidupan, seolah hadir seiring nafas yang berhembus.

2009 adalah tahun istimewa bagi bangsa ini dengan perhelatan akbarnya pemilihan umum. Hal ini, tak bisa dipungkiri menyedot perhatian jutaan masyarakat Indonesia dan menguras energi yang tidak sedikit. Perhelatan ini juga berpengaruh terhadap keharmonisan bangsa terutama di bidang perekonomian.

Ini bisa diwajari karena politik dan ekonomi ibarat dua sisi mata uang yang saling bertautan. Sejarah membuktikan, bahwa revolusi besar di dunia lahir dari adanya ketidakpuasan sebagian masyarakat di bidang ekonomi. Demikian juga perhelatan besar politik, dalam hal ini pemilu di Indonesia, berdampak besar terhadap perekonomian bangsa.

Perekonomian selalu menjadi objek empuk target kampanye politik. Berbagai janji ditawarkan, bahkan cara-cara kotor bermotif ekonomi seringkali dilaksanakan guna melempangkan jalan menduduki kursi kekuasaan. Memang begitulah adanya, masyarakat sepertinya sudah semakin mafhum dengan hal ini.

Tanpa hal seperti itupun, dengan adanya pemilu, stabilitas ekonomi menjadi terganggu. Adanya inflasi, moral hazard elit politik terhadap pengusaha, dan sebagainya. Pada tataran makro, keadaanya lebih menghawatirkan. Pemodal begitu sensitif dengan stabilitas politik yang terjadi. Jika pemodal sudah tidak percaya dengan pasar Indonesia, siapa yang rugi? Bangsa ini pula yang menanggung resikonya.

Pemilihan legislatif 2009, diklaim berbagai pengamat sebagai pemilihan terburuk sepanjang era reformasi berjalan. Berbagai permasalahan mencuat kepermukaan, mulai dari DPT yang carut marut hingga permasalahan money politic yang masih saja diterapkan menjadikan klaim itu memang benar adanya. Permasalahan ini menjadikan calon pemimpin bangsa harus lebih ekstra bekerja menyelesaikan permasalahan yang ada.

Yang dihawatirkan penulis adalah, banyaknya permasalahan menjadikan calon pemimpin lupa akan tujuan kepemimpinannya. Jangan sampai mencalonkan diri sebagai pemimpin hanya karena berlandaskan egoisme. Padahal yang diharapkan rakyat dari pemilu ini adalah keadaan yang lebih baik. Kesejahteraanlah yang dinanti oleh bangsa ini, khususnya kesejahteraan dalam bidang ekonomi.

Hemat penulis, para elit politik jangan terbuai dengan suasana pemilu yang kisruh sehingga melupakan tujuan utama dia berpolitik. Masih banyak borok bangsa yang harus ditambal. Jangan sampai rakyat kembali yang menjadi korban karena kerakusan elit politik yang keukeuh ingin menjadi penguasa padahal ia tidak memiliki capabilitas untuk memimpin bangsa. Masyarakat sudah bisa menilai mana yang menjual janji dan mana yang memberi bukti.

Pada akhirnya, janji kampanye bermotif ekonomi tidak seharusnya menjadi tong kosong nyaring bunyinya. Memang tidak salah jika para elit mengobral janji ekonomi dalam kampanye karena itu menyangkut tujuan hidup orang banyak. Namun yang perlu digarisbawahi, janji-janji itu mestilah direalisasikan. Sekali lagi, masyarakat Indonesia sudah semakin cerdas mendefinisikan makna janji elit politik terutama saat pemilu dewasa ini. (*)

Satu Tanggapan to “Perekonomian Indonesia dalam Bingkai Pemilu”

  1. amir said

    benar-benar pemilu di Indonesia ini sangat berpengaruh sekali pada perekonomian bangsa ini. ketika pelaksanaan pemilu tidak becus, ya ekonomi akan ikutan carut marut.

    Ayolah kita rubah menjadi lebih baik lagi!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: